Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2014

LEGENDA PEKALONGAN (Legenda Yang Menceritakan Asal Usul Pekalongan)

Dewi Lanjar sampai sekarang masih merupakan legenda yang hidup didalam masyarakat dan masih berpengaruh dalam jiwa masyarakat terutama di Pekalongan. Dalam segala peristiwa sering kali dihubungkan dengan Dewi Lanjar, apabila ada anak yang sedang bermain-main dipantai hilang tentu mereka berpendapat bahwa si anak itu dibawa Dewi Lanjar. Dan bilamana dapat diketemukan kembali tentulah si anak menyatakan dirinya tersesat disuatu daerah atau suatu kraton yang penghuni-penghuninya juga seperti kita-kita ini. Mereka mempunyai kegiatan membatik, berdagang, menukang, nelayan dan lain-lain yang tidak ubahnya seperti didalam kota saja. Daerah tersebut dikuasai oleh seorang Putri yang cantik ialah Dewi Lanjar. Diceritakan pada jaman dahulu di suatu tempat Kota Pekalongan hiduplah seorang putri yang sangat cantik jelita, sampai sekarang masih menjadi pembicaraan penduduk, tempat yang terkenal dengan nama Dewi Rara Kuning. Adapun tempat tinggalnya tiada dapat diketahui secara pasti. Dalam menemp

Kesenian Sintren (Kesenian Asal Pekalongan)

Sintren adalah kesenian tardisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya, Sintren, adalah sebuah tarian yang berbau mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dan Sulandono. Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasilperkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Dikisahkan bahwa roh bidadari dimasukkan kedalam tubuh Sulasih, pada saat itu pula Raden Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan antara Sulasih dan Raden Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan Sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari betul - betul masih dalam keadaan suci (perawan). Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawangnya dan diiringi gending yang dimainkan 6 orang, dalam perkembangannya tari Sintren sebagai hiburan budaya maka dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak). Didalam permainan

BABAD PEKALONGAN (Asal Usul Nama Pekalongan)

Sejarah Pekalongan berikut ini lebih bernilai ilmiah karena ada bukti tertulis, bukan sekedar mitos, cerita pengantar tidur dari orang tua ke anak-cucunya. Pekalongan mulai dikenal setelah Bahurekso bersama anak buahnya berhasil membuka Hutan Gambiran / Gambaran, atau dikenal pula Muara Gambaran. Hal ini terjadi setelah Bahurekso gagal didalam penyerangan ke Batavia, bersama anak buahnya kembali ke Pantai Utara Jawa Tengah, namun secara sembunyi-sembunyi, sebab kalau diketahui oleh Pemerintah Sultan Agung pasti ditangkap dan dihukum mati sehingga terus melakukan yang disebut TAPA-NGALONG . Dari sinilah muncul prediksi-prediksi berkaitan dengan istilah PEKALONGAN . Menurut penuturan R. Basuki (Putra Almarhum R. Soenarjo keturunan Bupati Mandurorejo) ; nama Pekalongan berasal dari istilah setempat HALONG (ALONG) yang artinya hasil. Jadi Pekalongan disebut juga dengan nama PENGANGSALAN yang artinya pembawa keberuntungan. Prediksi Tapa Ngalong itu hanya gambaran (sanepo) yang mempunyai

TIPE - TIPE MANAJER

Aspek Kepemimpinan Seorang pemimpin atau manajer yang baik selalu berada di depan dan menjadi teladan dalam pelaksanaan tugas. Maka dalam melaksankan tugas selalu memeperhatikan aspek-aspek sebagai berikut : Berusaha mengembangkan bakat dan ketrampilan segenap kerabat kerjanya Berusaha mengenal sifat-sifat dan kualitas kecakapan kerabat kerjanya Akan menempatkan para wakilnya sesuai dengan kecakapan  dan keahliannya.  Akan memanfaatkan sebaik-baiknya segenap potensi kerabat kerjanya Tujuan yang hendak dicapai beserta tahapan-tahapannya akan diterangkan secara lugas dan tuntas. Gemar membimbing dan memberi pengarahan agar kerabat kerjanya berhasil melaksanakan tugasnya Selalu berusaha untuk memajukan kerabat kerjanya agar lebih cakap lagi bekerja atau berkarya. Berdasarkan cara para pemimpin memperrhatikan tugas, hubungan dan produktivitas/efektivitas maka kita dapatkan 8 tipe pimpinan/manajer  sebagai berikut : Deserter Ciri-cirinya :  Tidak/kurang menunjukan minatnya

PENGANTAR KEPEMIMPINAN

Leadership   berasal dari kata  “ to lead “ yang mempunyai  pengertian membimbing dan mengarahkan atau memberi bimbingan dan pengarahan kepada  mereka yang menjadi kerabat kerja atau pengikut/anak buah/keluarga dan sebagainya. Kepemimpinan arship adalah kemmpuan yang dimiliki oleh seseorang yang bertindak sebagai pemimpin untuk mempengaruhi, membimbing dan mengarahkan orang-orang yang menjadi kerabat kerjanya untuk berperilaku seperti yang dikehendaki oleh sang pemimpin yaitu untuk mencapai tujuan tertentu. Ditinjau dari segi manajemen, kepemimpinan harus diartikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakan orang-orang yang menjadi kerabat kerja agar rela maupun mengikuti keinginan manajer/pimpinan/atasan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dengan cara yang ekonomis, efektif dan efisien. Rumusan kepemimpinan beberapa ahli mengemukakan sebagai berikut : George  R.Terry  “ Leadership is the activity of influencing people to strive wilinglyfor mutual ob